DUTA GAHARU INDONESIA : Menghijaukan bumi Indonesia dengan Budidaya Gaharu
Welcome to DUTA GAHARU INDONESIA

GAHARU
Gaharu, berasal dari bahasa Sangsekerta "aguru" yang berarti tenggelam (kayu berat). Dalam perdagangan internasional dikenal dengan nama agarwood, aloeswood, atau eaglewood. Dalam industri wewangian (parfum) dan kosmetika, gaharu dibutuhkan sebagai bahan pengikat (fixative), sedangkan di dunia kesehatan, gaharu sebagai bahan obat herbal yang aman bagi penggunanya.
    Produksi gaharu semula hanya bersumber dari hutan alam dengan memungut dari bagian kayu dari pohon mati alami. Kini, potensi produksi terus menurun, sedangkan nilai guna gaharu semakin komplek menjadikan harga jual semakin tinggi. Untuk pemenuhan permintaan pasar, saat ini masyarakat memburu gaharu dengan cara menebang pohon hidup yang mengakibatkan populasi pohon penghasil semakin menurun dan sangat mengancam kelestarian sumber daya serta dapat mengancam dari kepunahan.
    Dalam konservasi sumberdaya, serta upaya membina produksi agar tidak tergantung pada hutan alam, solusi alternatif secara teknis yang dapat dilakukan adalah dengan pembudidayaan gaharu, baik pada kawasan insitu (endemik), maupun pada lahan ekssitu (non endemik) yang memenuhi kesesuaian tumbuh. Diketahuinya proses terbentuknya gaharu secara alami, dimungkinkan produksi gaharu dapat direkayasa secara buatan. Diharapkan melalui pengembangan budi daya pohon penghasil komersial serta adanya upaya rekayasa produksi dapat memberikan nilai harapan perolehan pendapatan bagi masyarakat dalam memperbaiki dan meningkatkan kehidupan sosial ekonomi serta perolehan devisa bagi negara dari sektor kehutanan ( Yana sumarna )

Information
1 user sedang online
Anda pengunjung ke-4,954
Search
Search:
Pembayaran


Others

Welcome to DUTA GAHARU INDONESIA